Selasa, 17 Januari 2017

THROWBACK

Andi, lahir dibulan ketiga pada tahun tikus. Seseorang yang sederhana namun menyenangkan, he's one part of my life. Aku mencintai waktu yang aku habiskan dengannya. Banyak hal yang aku dapat darinya, hanya darinya, bahkan selama aku kuliah 3 tahun hanya dia yang memberiku pelajaran ini. Cinta memang boleh berlalu, tetapi kekeluargaan tetap berjalan. Sama seperti sekarang. Yes!! He's my ex. Aku mengenalnya di tahun 2010 silam, merindunya 2012 silam dan mengakhirinya 2013. Aku hafal betul tepatnya 10 desember 2013. Entah, rasanya aku tidak ingin mengungkit rasa pahit dahulu. Zaman masih berkepala satu dan pastinya labil sekali. Kita berbeda! Waktu berlalu begitu cepat, begitu banyak yang berkembang di dunia, begitu banyak. Termasuk Andi. Andi Ahmad Prasetya. Kita bertemu kembali di tahun 2016 setelah sekian lama berakhir. Dia memintaku untuk menjadi bagiannya kembali. I say no but my fam yes. Jujur, memang banyak sekali pro kontra jalinan hubungan ini. Jika mengingat hal yang pahit ahhhh rasanya ingin hilang ditelan naga. Oke, aku tidak ingin berlama lama di ceritaku throwback ini. Langsung pada intinya, aku kembali dengannya, Andi Ahmad Prasetya melalui semua tekanan yang ada. Saat itu aku masih bersama Kumbang. Ini sungguh sungguh menyakitkan buatku. Tetapi, aku menyadari ini adalah sebuah kelokan hidup. Aku tidak bisa menjalin semuanya dengan berlama lama dibawah tekanan. Akhirnya, tidak sama sekali menyakitkan kita harus berakhir sampai di situ. Aku merasa lega karena tidak ada yang perlu dipaksakan kembali. Ini adalah kesalahan yang mendalam bagiku terutama untuk menyakiti Kumbang, seseorang yang mengharapkanku disana. Bukannya ingin melupakan, aku masih ingat semuanya, aku hanya ingin menyimpannya dan menutupnya rapat rapat. Setelah semuanya berakhir, kita hanyalah menjadi yang dulu layaknya seorang keluarga. Ya!! Dia masih sama. Andi Ahmad Prasetya adalah keluargaku meski tak sedarah. Terimakasih untuk lika liku nyaa. Ini menyakitkan teruntukmu, Kumbangku. Bukan hanya kamu, melainkan aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar